Tahun lalu, sebelum pemilihan paus yang baru, kita dikejutkan dengan diedarkannya film berjudul Conclave (2025) yang berhasil mempotret dengan baik rangkaian proses pemilihan paus yang baru dengan suatu sistem yang bernama konklaf. Di sana kita bisa melihat intrik politik dari berbagai faksi dengan berbagai kepentingannya saling beradu mencari suara demi mengamankan posisi paus. Suatu jabatan yang nantinya akan menjadi rantai tertinggi dalam komando keagamaan Umat Katolik sedunia.
Jauh sebelum Conclave yang disutradai oleh Edward Berger tersebut, ternyata ada juga yang berhasil mempotret bagaimana agama dan legitimasinya menjadi instrumen yang sangat penting dalam mempertahankan kekuasaan. Hal itu dipotret juga dengan baik oleh film yang disutradarai oleh Tarik Saleh dengan judul: Cairo Conspiracy atau dalam bahasa Mesir mereka menyebutnya Boy from Heaven. Bedanganya dengan Conclave, Cairo Conspiracy menyorotinya dari sudut pandang dunia Islam-Mesir yang sangat tergantung pada posisi Grand Imam Al-Azhar.

