Jumat, 30 Januari 2026

Karl Marx: Kritik Atas Manusia Abstrak Feuerbach



 “God is the manifestation of man’s inner nature, his expressed self; religion is the solemn unveiling of man’s hidden treasures, the avowal of his innermost thoughts, the open confession of the secrets of his love.” — Ludwig Feuerbach on The Essence of Christianity.

Ludwig Andreas von Feuerbach adalah seorang filsuf asal Jerman yang dikenal melalui idenya terkait konsep agama sebagai sumber keterasingan manusia dari dirinya sendiri. Feuerbach juga dikenal sebagai seorang Hegelian Kiri yang berposisi kritis terhadap pemikiran-pemikiran Hegel, sama seperti Marx yang nantinya akan banyak terinspirasi oleh Feuerbach dalam mencetuksan ide terkait MDH dan juga konsep alienasi pada moda produksi kapitalis. Dari sini bisa kita ketahui bahwa baik Marx maupun Feuerbach adalah Hegelian Lovers yang mengambil interpretasi radikal atas ajaran-ajaran Hegel.

Kamis, 22 Januari 2026

Cairo Conspiracy: Antara Iman, Kekuasaan dan Politik.

Tahun lalu, sebelum pemilihan paus yang baru, kita dikejutkan dengan diedarkannya film berjudul Conclave (2025) yang berhasil mempotret dengan baik rangkaian proses pemilihan paus yang baru dengan suatu sistem yang bernama konklaf. Di sana kita bisa melihat intrik politik dari berbagai faksi dengan berbagai kepentingannya saling beradu mencari suara demi mengamankan posisi paus. Suatu jabatan yang nantinya akan menjadi rantai tertinggi dalam komando keagamaan Umat Katolik sedunia.

Jauh sebelum Conclave yang disutradai oleh Edward Berger tersebut, ternyata ada juga yang berhasil mempotret bagaimana agama dan legitimasinya menjadi instrumen yang sangat penting dalam mempertahankan kekuasaan. Hal itu dipotret juga dengan baik oleh film yang disutradarai oleh Tarik Saleh dengan judul: Cairo Conspiracy atau dalam bahasa Mesir mereka menyebutnya Boy from Heaven. Bedanganya dengan Conclave, Cairo Conspiracy menyorotinya dari sudut pandang dunia Islam-Mesir yang sangat tergantung pada posisi Grand Imam Al-Azhar.

Selasa, 13 Januari 2026

Ilusi Absolut Anti-Otoritas: Membaca On Authority Frederick Engels.

Di bawah ini suatu rangkuman dan sedikit interpretasi ala-ala dari pamflet Frederick Engels berjudul On Authority

*untuk informasi lebih lanjut mengenai latar belakang diterbikannya pamflet, penulis serta perdebatan yang menyertainya disarankan mencari bahan dan informasi lebih lanjut!

Selasa, 19 April 2022

Oh ya Allah, Aku Ingin Mencintaimu ala-ala Generasi Z

 


Hari ini sedang malam-malam karena di luar gelap gulita, hanya bulan di sana berdiri dengan cantik. Matahari sedang pulang kerja, istirahat di rumahnya. Sementara aku belum tidur, mengetik-ngetikan jari di laptop ini. Mencoba menulis karena entah harus apa lagi, hanya memuaskan dorongan untuk menceritakan apa yang ingin diceritakan. Semoga saja terpuaskan, walau jujur aku dilahirkan bukan untuk jadi alat pemuas.

Malam ini ditemani musikalisai puisi dari Jalaluddin Rumi yang entah mengapa aku tiba-tiba saja mengetik hal itu di kolom Youtube, lalu ku-klik saja salah satu pilihan yang menampilkan dua orang piawai ini meracik puisi indah itu. Lirik-liriknya diambil dari Ghazal—semacam bentuk puisi Arab—Rumi nomor 1499, 1497, 1496. Kalian mesti mendengarkannya, kalau mau. Rasanya seperti di Timur Tengah sana, seperti apa namanya ... fatamorgana.

Minggu, 21 Maret 2021

Deklarasi Kaum Kalah

(foto oleh @_ariken, diedit oleh Kaum Kalah)

 Kami adalah katarsis bagi mereka yang merasa dibuang dari kawanannya, terhempas dan dikalahkan oleh sistem yang tak pernah adil memperlakukan manusia. Kami ada sebagai ruang bebas dan merdeka bagi mereka yang merasa terkucilkan dari tatanan sosial yang dibangun di atas bangkai-bangkai para pejuang kebebasan. Kami adalah nyala api yang siap membakar dengan riuh segala kemapanan-kemapanan yang memuakkan, kami tak pernah puas dengan status quo yang dipertahankan demi kekuasaan, kami adalah sang penghancur; para pembangkang yang tak pernah diam. Di tangan kami tergenggam sebuah botol mawar yang akan menyebarkan wanginya di setiap sudut kota, menghiasi jalanan dengan agitasi yang menamparmu alih-alih perkataan motivasi yang sekadar basa-basi orang berdasi. Kami adalah yang menaungi segala perasaan yang dialihkan demi keamanan, kami adalah pemberontakan, kami adalah pembebasan!

Minggu, 17 Januari 2021

Sebuah Perjuangan Merawat Ingatan: Refleksi 14 Tahun Aksi kamisan

 

14 Januari 2021, Memperingati 14 Tahun Kamisan.

 18 Januari 2021, Aksi Kamisan menempati umurnya yang ke-14 tahun. Ada sebuah kebanggaan di mana, dalam rentan waktu yang tidak sedikit itu, banyak kawan-kawan yang bersolidaritas tetap bertahan melawan lupa , merawat ingatan, dan menahan luka-luka yang tak tersembuhkan. Mereka yang masih kuat memegang payung menuntut keadilan pada para pemangku kekuasaan di beberapa titik di seluruh Indonesia, walau terkadang harus dihadapkan pada pengrisakan-pengrisakan — entah dengan perkataan-perkataan atau cara-cara kekerasan, mereka tetap ada dan berlipat ganda.